Jangan Sambut Tahun Baru Hijriyah dengan cara Non-Islami

Sebagian kaum muslimin merayakan tahun baru hijriyah dengan cara yang tidak islami, seperti pesta kembang api, meniup trompet, dan bentuk perayaan yang tidak islami lainnya, termasuk doa awal dan akhir tahun, mengkhususkan shalat tasbih, mengkhususkan dzikir jama’i yang mereka selenggarakan tepat pada tahun baru hijriyah. Mengapa demikian?
Sejauh yang kita ketahui, tidak ada amalan tertentu yang dikhususkan untuk menyambut tahun baru hijriyah. Kadang, amalan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dalam menyambut tahun baru Hijriyah adalah amalan yang yang tidak ada tuntunannya karena sama sekali tidak berdasarkan dalil atau jika ada dalil, dalilnya pun lemah. Beberapa amalan yang keliru tidak pernah dicontohkan atau tidak ada hadistnya yang kuat dari Rasulullah SAW, yaitu:
1. Doa awal dan akhir tahun
Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali. Amalan ini tidak pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW, para sahabat, tabi’in dan ulama-ulama besar lainnya. Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadist atau musnad. Bahkan amalan doa ini hanyalah karangan para ahli ibadah yang tidak mengerti hadist.
2. Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah dengan Pesta
Merayakan tahun baru hijriyah dengan pesta kembang api, mengkhususkan shalat tasbih, mengkhususkan dzikir jama’i, mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah, menyalakan lilin, atau membuat pesta makan, jelas adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya. Karena penyambutan tahun hijriyah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, dan para sahabat lainnya. Yang memeriahkan tahun baru hijriyah sebenarnya hanya ingin menandingi tahun baru masehi yang dirayakan oleh Nashrani. Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas telah menyerupai orang kafir. Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”
Menyambut tahun baru Hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu, maka semakin dekat pula kematian. Sungguh hidup di dunia hanyalah sesaat dan semakin bertambahnya waktu kematian pun semakin dekat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. Adapun aku tinggal di dunia tidak lain seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu meninggalkannya.” Hasan Al Bashri mengatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanya memiliki beberapa hari. Tatkala satu hari hilang, akan hilang pula sebagian darimu.”
Semangat Hijrah adalah Semangat Perubahan
Bulan Muharram bagi umat Islam dipahami sebagai bulan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang sebelumnya bernama “Yastrib”. Sebenarnya kejadian hijrah Rasulullah tersebut terjadi pada malam tanggal 27 Shafar dan sampai di Yastrib (Madinah) pada tanggal 12 Rabiul awal. Adapun pemahaman bulan Muharram sebagai bulan Hijrah Nabi, karena bulan Muharram adalah bulan yang pertama dalam kalender Qamariyah yang oleh Umar bin Khattab, yang ketika itu beliau sebagai khalifah kedua sesudah Abu Bakar, dijadikan titik awal mula kalender bagi umat Islam dengan diberi nama Tahun Hijriah. Memang kita bisa merasakan bedanya peristiwa penyambutan tahun baru Masehi dan tahun baru Islam (Hijriah). Tahun baru Islam disambut biasa-biasa saja, jauh dari suasana meriah, tidak seperti tahun baru Masehi yang disambut meriah termasuk oleh masyarakat muslim sendiri. Sebagai titik awal perkembangan Islam, seharusnya umat Islam menyambut tahun baru Islam ini dengan semarak, penuh kesadaran sambil introspeksi, merenungkan apa yang telah dilakukan dalam kurun waktu setahun yang telah berlalu. Dalam bahasa Arab, hijrah bisa diartikan sebagai pindah atau migrasi. Tafsiran hijrah disini diartikan sebagai awal perhitungan kalender Hijriyah, sehingga setiap tanggal 1 Muharam ditetapkan sebagi hari besar Islam. Memang, sejak hijrahnya Rasulullah ke Yatsrib, sebuah kota subur, terletak 400 kilometer dari Makkah, Islam lebih memfokuskan pada pembentukan masyarakat muslim yang tidak kampungan dibawah pimpinan Rasulullah. Jadi inti dari peringatan tahun baru Hijriah adalah pada soal perubahan, maka ada baiknya momen pergantian tahun ini kita jadikan sebagai saat saat untuk merubah menjadi lebih baik. Itulah fungsi peringatan tahun baru Islam.
Pendek kata niat yang kuat untuk menegakkan keadilan, kebenaran dan kesejahteraan umat sehingga terwujud “rahmatal lil alamin” adalah tugas suci bagi umat Islam, baik secara indifidual maupun secara kelompok. Tegaknya Islam dibumi nusantara ini sangat tergantung kepada ada tidaknya semangat hijrah tersebut dari umat Islam itu sendiri. Semoga dalam memasuki Tahun Baru Hijriyah 1437 H ini, semangat hijrah Rasulullah SAW, tetap mengilhami jiwa kita menuju kepada keadaan yang lebih baik dalam segala bidang, sehingga predikat yang buruk yang selama ini dialamatkan kepada umat Islam akan hilang dengan sendirinya, dan pada gilirannya kita diakui sebagai umat yang terbaik, baik agamanya, baik kepribadiannya, baik moralnya, tinggi intelektualnya dan terpuji.
Selamat Tahun Baru Hijriah Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung, Siapa yang hari ini keadaannya sama dengan kemarin maka dia rugi, Siapa yang keadaan hari ini lebih buruk dari kemarin, maka dia celaka” (Al Hadist). Amin

Posted By: ayrah’14

Sumber: http://www.kompasiana.com/bakaruddin_is/makna-tahun-baru-hijriah-bagi-seorang-muslim-dan-bagaimana-menyambutnya-bagian-iii-terakhir_55004d55a33311c56f5108d6

Iklan

Sedekah Ramadhan

SEDEKAH

Seperti yang telah kita ketahui, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan kemuliaan, bahkan sangking hebatnya bulan ramadhan hingga dikatakan dalam sebuah hadist bahwa orang yang bergembira ketika datangnya bulan ramadhan akan diharamkan jasadnya untuik disentuh api neraka. Sungguh luar biasa bulan ramadhan, bulan yang dinanti-nantikan oleh semua orang muslim di dunia karena di bulan ramadhan segala amal sholeh yang dilakukan pahalanya akan dilipat gandakan. Oleh karena itu, ini merupakan kesempatan besar bagi kita untuk meningkatkan amal kebajikan, salah satu yang terdahsyat adalah sedekah di bulan ramadhan.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam memanfaatkan bulan ramadhan dengan mengeluarkan sedekah jauh lebih banyak dibandingkan dengan sedekah pada bulan yang lain. Hal tersebut dijelaskan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma :

“Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah orang yang paling dermawan dan lebih besar kedermawanannya pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemui beliau. Jibril biasanya menemui beliau setiap malam Ramadhan untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, no.6)

Ibnu ‘Abbas menggambarkan kedermawanan beliau pada bulan ramadhan melebihi angin yang berhembus. Oleh karena itu, kita sebagai muslim hendaknya memperbanyak sedekah pada ramadhan ini. Selain itu ada juga hadist yang menjadi dasar kedahsyatan sedekah di bulan ramadhan, yaitu :

“Sebaik-baiknya sedekah yaitu sedekah di bulan ramadhan” (HR. Al Baihaqi, Al Khatib dan At Tirmidzi)

Salah satu contoh kecil yang menjadikan sedekah menjadi dahsyat di bulan ramadhan, ketika kita meberikan makanan atau minuman untuk berbuka kepada orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala sama dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala puasanya. Sungguh dahsyat bulan ramadhan, kiranya tidak usah menahan lapar, haus dan dahaga karena puasa akan tetapi pahalanya sama dengan orang-orang yang disedekahi makanan dan minuman untuk berbuka, berarti semakin banyak kita memberikan sedekah makanan dan minuman kepada orang maka semakin banyak pula butiran-butiran pahala yang kita dapatkan. Akan tetapi, meskipun begitu jangan jadikan hal tersebut alasan untuk tidak berpuasa, karena puasa adalah kewajiban setiap muslim yang telah mampu. Hal tersebut didasari oleh hadist Nabi sebagai berikut :

“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi)

Setelah mengetahui sebagian dari kedahsyatan sedekah di bulan ramadhan semoga menjadi motivasi bagi teman-teman semua untuk banyak melakukan sedekah dibulan ramadhan ini. Meskipun begitu jangan mempersepsikan bersedakah itu hanya dilakukan di bulan ramadhan saja, dibulan lainnya pun kita harus bersedekah karena masih banyak orang-orang yang membutuhkan juga terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah. Selain itu, kita juga tidak tahu umur kita sampai kapan, kita juga tidak tahu akan dapat bertemu ramadhan selanjutnya atau tidak. Sebaiknya sedekah dilakukan di hari-hari biasa dan pada ramadhan lebih ditingkatkan lagi.

Akhirnya, di penghujung bulan Ramadhan ini, semoga amalan kita (apapun itu) diterima oleh Allah dan kebiasaan baik salah satunya seperti bersedekah ini bisa kita lanjutkan di bulan-bulan selnajutnya walaupun bukan bulan Ramadhan, sehingga menjadi salah satu amalan andalan kita. Aamiin YRA.

WallahuAlamuBishawab…

Written by: Ahmad Luthfi (Kadept. Medinfo BKM Adz-Dzikra 2014/2015)

 

More article:

https://bkmadzdzikra.wordpress.com/

#bkm_berdaya

#media_menulis_sebagai_ladang_dakwah

Wanita yang Dirindukan Surga

Wanita yang Dirindukan Surga

 

            “Wanita di dunia akan berkata pada bidadari surga, ‘Kami mengerjakan sholat, berpuasa, dan bersedekah, sedangkan kalian tidak melakukannya. Kami, wanita di dunia, akan mengalahkan bidadari surga.’” (A’isyah Ummul Mukminin r.a.)

 

Assalamualaikum wabarakatuh wabarakatuh.

 

Apa kabar muslimah kalian?

Subhanallah, begitu indah perkataan A’isyah Ummul Mukminin r.a. Ya, memang demikian. Wanita di dunia bahkan bisa mengalahkan kecantikkan bidadari di Surga karna wanita di dunia diuji, sedangkan bidadari di Surga tidak.

Tak hanya itu, begitu mulia sosok wanita bagi islam, seorang muslimah. Sebelum menikah (ketika menjadi anak) bisa menjadi penghantar Ayahnya ke Surga. Kemudian, ketika ia menjadi seorang istri, ia menjadi penyempurna separuh agama suaminya, serta bila ia menjadi seorang ibu, maka Surga berada di telapak kakinya. Subhanallah begitu mulia wanita islam.

Lantas, apa saja sih amalan-amalan yang bisa membuat wanita di dunia tidak hanya menjadi wanita yang dirindukan di dunia tapi juga menjadi sosok yang dirindukan di Surganya Allah.

Mengetuk pintu Surga dengan Ibadah-ibadah Utama:

  1. Iman
  2. Takwa
  3. Tobat
  4. Thaharah (Bersuci)
  5. Membaca Al-quran sambil Meresapi maknanya
  6. Mendekatkan diri kepada Allah dengan Ibadah Sunnah

Seperti puasa-puasa sunnah, sholat sunnah/rawatib, dhuha, witir dan lain sebagainya, serta tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istigfar, dan shalawat.

  1. Menjalankan ibadah di tengah malam
  2. Akhlak yang mulia
  3. Silahturahmi
  4. Berbakti kepada orangtua
  5. Membina kehidupan Beragama dalam keluarga
  6. Mewujudkan keharmonisan hubungan antara suami-istri
  7. Melaksanakan pembinaan kesejahteraan keluarga

Namun, saudariku banyak diantara kita telah mengetahui keutamaan ibadah-ibadah diatas, tapi sering sekali kita lalai dan tidak menyadari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan sendiri. Sehingga perbuatan yang seharusnya bernilai ibadah justru sebaliknya.

Salah satu hadis dari Abdullah ibn Umar r.a., bahwasanya Rasullulah saw bersabda, Wahai kaum wanita, bersedekahlah kalian, perbanyaklah memohon ampunan, sesungguhnya aku melihat sebagian besar kalian penghuni neraka”.

Kemudian, salah seorang wanita diantara mereka bertanya, “Wahai Rasullulah, mengapa sebagian besar kami penghuni neraka?” Beliau pun menjawab “Sebab kalian banyak melaknat dan kufur terhadap suami. Aku melihat orang yang lemah akal dan agamanya di antara kalian lebih banyak dariapda yang memiliki hati nurani.” Ia bertanya lagi. “Ya Rasullulah, apa yang dimaksud dengan lemah akal dan agamanya?” Beliau menjawab “Yang dimaksud dengan dengan lemah akal adalah kesaksian dua orang wanita sama dengan kesaksian seorang lelaki. Dan tidur pada malam hari tanpa melaksanakan sholat tidak puasa pada bulan Ramadahn, inilah yang dimaksud dengan lemah agamanya.” (HR MUSLIM).

Adapun kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan wanita;

  1. Memamerkan diri (tabarruj) yang dilarang; yaitu menampakkan sesuatu yang sepatutnya ditutupi.
  2. Menyambung rambut atau minta disambungkan (memakai rambut palsu)

Rasullulah saw bersabda “Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan yang disambungkan” (HR. Buchari dan Muslim)

  1. Memasangkan tato atau minta ditato dan mencukur alis wajah.

Dari Ibnu Mas’ud ra, ia berkata “Allah melaknat wanita yang membuat tato dan yang minta dibuatkan, wanita yang mengambil sebagian alisnya dan wanita yang merenggangkan gigi-giginya, wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah.”

  1. Keluar rumah tanpa ada keperluan

Allah berfirman dalam Alquran Surah Al-Ahzab(33): 33 “Dan hendaklah kamu tetap dirumah-rumahmu”

Berdasarkan ayat ini, sebaik-baik tempat bagi seorang wanita adalah rumah. Rumah ibarat markas bagi seorang wanita, tempat ia melaksanakan semua aktivitasnya. Karna satu peringatan bagi seorang wanita ketika ia keluar dari rumah, maka setan akan menjadikannya indah dalam pandangan manusia.

  1. Lebih senang melakukan perbuatan dan perkataan maksiat dan sia-sia (Lahgwu)

Misalnya ngerumpi

  1. Durhaka kepada suami
  2. Berjabat tangan dengan lelaki yang bukan mahramnya

Rasullulah saw bersabda “Kalaulah ditusukkan di atas kepala salah seorang di antara kalian jarum dari besi, itu lebih baik baginya daripada memegang wanita yang tidak dihalalkan bagi dirinya”. (HR. Al-Thabrani)

  1. Berdua-duaan (Khalwat) dengan laki-laki yang bukan mahramnya

Abdullah ibn’Abbas r.a. berkata “Saya mendengar Nabi saw bersabda dalam khutbahnya, ‘Janganlah seorang lelaki berdua-duaan dengan wanita, kecuali jika ditemani dengan mahramnya.’” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

  1. Emosi dan tidak sabar

Emosi adalah salah satu ciri wanita, terutama ketika haid, dimana ketika hormon sedang tidak stabil. Biasanya meluapkan emosi kepada anak-anak (bagi wanita yang telah berkeluarga dan mempunyai anak). Jabir ibn Abdullah r.a. berkata bahwa Rasullulah saw bersabda “Janganlah kalian menyumpahi dirimu sendiri, anak-anakmu, dan hartamu. Jangan sampai bertepatan waktu dengan dikabulkan doamu.” (HR. Muslim)

  1. Keluar rumah dengan memakai wewangian yang berlebihan
  2. Mengunjungi Sauna atau kolam renang

 

 

Wallahualambishowaf

Wassalam …

 

Review by: Septia Milanda (Sekdept. Medinfo BKM Adz-Dzikra 2014/2015)

Sumber: Rachman, M.Fauzi. 2011. Wanita yang Dirindukan Surga. Bandung: Mizania.

 

More article:

https://bkmadzdzikra.wordpress.com/

#bkm_berdaya

#media_menulis_sebagai_ladang_dakwah

Puasa Itu Menyehatkan, Loh…!

Puasa Itu Menyehatkan, Loh…!

KURMA ADZ-DZIKRA (KAJIAN UTAMA RAMADHAN)

“Hikmah dan Keistimewaan Puasa Ramadhan”

            Rasullulah saw bersabda “Berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat…”

 

Assalamualaikum wr wb.

Apa kabar saudara muslimku sekalian?

Tahukah kamu, amalan yang tiada amalan lain pun yang setara dengannya? Amalah tersebut adalah puasa. Berpuasalah kamu, sebab tidak ada satu amalan pun yang setara dengan puasa.

Menurut Imam Al-Ghazali “Ketidakmampuan mengatur pola makan, maka akan menimbulkan penyakit…” Dengan berpuasa: memperbaiki tubuh dan otak atau memori ketika kita tidur saat berpuasa dikarenakan ketika berpuasa tubuh cepat mengalami deep sleep yaitu seperti mudah mengantuk/cepat terserang kantuk (tertidur), memang tidur merupakan suatu ibadah tapi bila berlebihan juga tidak baik.

Orang dewasa tidurnya atau memerlukan waktu7 jam. Namun, ada yang tidur 4 jam tapi berkualitas. Menurut dosen Anatomi FKM Unsri, pak Sigit Purwanto sebenarnya tidur tergantung kualitas bukan kuantitas. Dikatakan berkualitas, bila ketika terbangun dari tubuh kita kembali bugar dan fit kembali walaupun dalam rentang waktu yang tak lama. Ada juga yang tidurnya banyak bahkan 8 atau 9 jam justru menjadi tidak bugar, sehingga menjadi malas-malasan.

Puasa Menyehatkan, loh…?

Oke, guys. Kita artikan dulu, apa sih makna sehat sesungguhnya. Menurut WHO sendiri atau organisasi kesehatan dunia. Sehat adalah: keadaan Sejahtera baik secara fisik, mental, social dan spiritual. Sedangkan, menurut kemenkes sendiri, sehat adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritul dan mampu produktif.

PesanNabi       : Berpuasalah kamu maka kamu akan sehat

Berpuasalah, sebab tidak ada satuamalanpun yang setara dengan puasa

Adapun Siklus aktifitas biologis, sehingga mengapa puasa baik untuk tubuh:

04-12   : pembuangan

12-20   : pencernaan

20-04   : penyerapan

Manfaat Puasa bagi Tubuh:

  1. Perbaikan tubuh dan otak termasuk molekul memori

(efek tidak langsung dari puasa yang memudahkan pengamalnya utunk mendapatkan deep sleep: Dr Ibrahim Kazim) à deep sleep (tidur dalam, sehingga berkualitas)

Fase tidur:

Tahap 1-2        : pengantar tidur

Tahap  3-4       : deep sleep

Tahap REM     : dreaming time

  1. Menigkatkan kadar magnesium (mg)

Cardio protective: anti penjedalan darah

  1. Menurunkan glukosa dan pelepasan growth hormone (gh)

Memperbaiki kualitas pembuluh darah, menurutkan berat badan pengamal diri, membakar lemak visceral terutama di perut

  1. Dilepasya hormom endorphin dan enkefalin

Hormon menyebabkan rasa bahagia, tenang, lega, rilek, lebih optimis, hangat menyenagkan dan ber-aura

  1. Melatih menyesuaikan perbedaan waktu (syndrome jet lag)

 

  • Perkara Yang akan di dapat puasawan:
  1. Dicairkan daging haram dalam tubuh
  2. Rahmat Allah kian dekat
  3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal
  4. Dijauhkan dari merasa lapar dan dahaga
  5. Diringankan siksa kubur
  6. Diberi cahaya oleh Allah saat meniti sirathomustaqim
  7. Allah SWT akan memberinya surga

Tips Berpuasa

  1. Berniat untuk puasa
  2. Sahur dengan makanan berglisemik rendah dan makanan kaya vitamin dan mineral
  3. Akhirkan sahur
  4. Perbanyak minum air saat sahur maupun buka
  5. Menu saat buka: kurma, susu, madu
  6. Jangan langsung buka dengan makanan berat
  7. Hindari buka: minum es, soft drink karena menahan lapar

Oke, guys, itulah manfaat dan tip-tip berpuasa. Semoga di penghujung Ramadhan ini kita bisa memaknai ramadhan ini dengan lebih baik. Apalagi bila setelah puasa ramadhan bila dilanjutkan dengan berpuasa sunnah lainnya, sehingga nuansa ramadhan bisa dan/atau masih terasa ketika Ramadhan telah pergi meninggalkan kita.

Wallahualambissahowaf.

Disampaikan oleh Ust. Sigit Purwanto, S.Kep., Ns., M.Kes pada tanggal 24 Juni 2015 dalam agenda KURMA BKM ADZ-DZIKRA @Student Center FKM Unsri.

 

Review by: M.Jazuli & Mc (Media Center BKM Adz-Dzikra 2014/2015)

#BKM_BERDAYA

#MEDIA_MENULIS_SEBAGAI_LADANG_DAKWAH

 

Tips Menjelang 10 Malam Terakhir Ramadhan

Tips Menjelang 10 Malam Terakhir Ramadhan

1. Mulailah dengan niat yang bersih dan tulus. Jika sampai hari ini ibadah terasa belum maksimal, bersiaplah untuk memaksimalkannya. Jika kau benar2 ingin memperbaikinya, belum terlambat. masih ada waktu!

2. Hari ini, bacalah tafsir surat AlQadr, dan pahami apa yg sesungguhnya terjadi pada malam laylatul qadr. Kau akan merasakan keagungan dan kekuatannya in syaaAllaah.

3. Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk mengerahkan segalanya. Seluruh malam dari 10 malam terakhir seharusnya jadi targetmu. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai laylatul qadr terlewati begitu saja.

4. Ikutilah sunnah nabi SAW. “barangsiapa yang berjaga (tdk tidur) dan berdoa pada malam laylatul qadr dengan iman dan pengharapan akan ganjarannya, maka dosa2nya yang telah lalu akan diampuni.”

5. Hafalkan doa malam laylatul qadr yang diajarkan Rasulullaah SAW ini : Allaahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’ fu’anna (ya Allah, engkau maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah kami).

6. Siapkan daftar pendek doa doa untuk dipanjatkan, walaupun dalam bahasa Indonesia. Ingat, ini adalah waktu yang sangat istimewa bagi seorang hamba. Malam Qadar! Malam ditetapkannya takdir! Pilihlah doa doa terbaik untuk agamamu, dunia akhiratmu dan keluargamu. Doakan juga saudara2mu muslimin yang tengah kesusahan di berbagai belahan dunia.

7. Sempatkan tidur siang sejenak jika memungkinkan. Jagalah perutmu agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah setelah sholat tarawih sekedar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk beribadah.

8. Ingatkan keluargamu! Rasulullah membangunkan para istrinya pada malam2 ini. Anak2 pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa. Siapkan, semangat dan motivasi mereka!

9. Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri berpengaruh secara psikologis. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian ketika beribadah. (Bagi wanita cukup beribadah dirumah)

10. Pilihlah spot khusus yang kondusif untuk beribadah, apakah itu di mesjid atau di rumah. Letakkan sajadah, mushaf dan air minum sehingga kita tidak perlu beranjak dari sana jika perlu minum.

11. Ini BUKAN malam untuk pasang status (misalnya : “alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepadaNYA malam ini” dsb) di FB atau media sosial apapun. Biarlah itu jadi rahasia indah antara hamba dengan Rabbnya. Maka, matikan dulu HP, tablet (kecuali jadi media untuk membaca al-Qur’an), komputer dan berbagai device lainnya. Putuskan dulu hubungan dengan dunia, dan nikmati jalinan hubungan dengan al-‘Afuww!

12. Jika mengantuk, maka variasikan bentuk ibadah antara shalat, bermunajat/berdo’a dan membaca Qur’an. Lakukan bergantian. Jangan habiskan malam hanya untuk mendengarkan ceramah atau tilawah. atau kalau sangat mengantuk, dengarkan sebentar saja untuk mengusir kantuk.

13. Sabar adalah kuncinya. 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Anda mungkin masih harus bekerja, kuliah atau aktifitas lainnya. Ini adalah saat untuk bersabar dengan kelelahan itu. Ingatlah kelelahan itu tidak pernah terjadi jika kita menikmati moment2 ini. Allah telah menganugrahimu dengan kesempatan berharga (akan luasnya ampunan)yang mungkin saja tidak datang lagi. Bukankah kita akan berlari walau apapun yang terjadi jika kita tahu pasti bahwa ini adalah ramadhan terakhir kita dan surga hanya selangkah lagi?

14. Ini yang paling penting : husnudzhon lah kepada Allah. Ketika bermunajat/berdo’a ingatlah kau sedang meminta pada MahaRaja Yang Maha Pemurah. Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapanNYA. Jangan biarkan keragu2an dan prasangka buruk menjauhkanmu dari Arrahman Arrahiim.

Allahumma ballighna Laylatal Qodar. Aaamiiiiin…

Oleh: Sheikh Tawfique Chowdhury dengan beberapa penyempurnaan.

The post Tips Menjelang 10 Malam Terakhir Ramadhan appeared first on Cyber Dakwah.

Shaum Hati dari Berharap dan Takut Kepada Selain Allah

Shaum Hati dari Berharap dan Takut Kepada Selain Allah

 

Bismillahirrahmaanirrahiim…

AssalamualaikumWarahmatullahiWabarakatuh…

 

Alhamdulillahirobbil ‘alamin, puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan segala nikmat kepada setiap insane dan segenap makhluknya. Sholawat dan salam atas nabi mulia Muhammad SAW.

Manusia, sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna harus sadar akan keberadaan dirinya, tidak takut untuk mengubah kehidupannya untuk menjadi lebih baik, dan tidak berhenti untuk terus menimba ilmu dalam kehidupan guna keluar dari kebodohan imannya dan menuju peningkatan nilai dan kecerdasan takwa dirinya kepada Sang Maha Pencipta.

Saudaraku yang dirahmati Allah, Jika di bulan-bulan selain Ramadhan kita masih berharap-harap dan takut kepada makhluk, maka pada bulan Ramadhan, latihlah diri dan tekadkanlah hati untuk putus berharap dan takut kepada selain Allah SWT.

Berhentilah dari sikap berharap-harap mendapatkan penilaian dari makhluk, berhentilah dari sikap berharap mendapat pujian, sanjungan, dan perlakuan istimewa oleh manusia. Berharaplah hanya mendapatkan perlakuan istimewa dari Allah SWT.

Sungguh, Allah SWT Maha Tahu terhadap hamba-Nya yang berupaya mendekat kepada-Nya. Allah Maha Tahu terhadap hamba-Nya yang terus bermuhajadah untuk menjauhi sikap berharap dan takut kepada makhluk. Allah Maha Tahu terhadap orang yang terus berjuang untuk istiqomah menjadikan Allah saja yang patut ditakuti dan dijadikan tempat berharap.

Kenapa harus berhenti dari sikap berharap kepada makhluk? Karena memang makhluk tak memiliki apa-apa. Allah SWT yang maha memiliki segalanya. Allah yang menguasai segala apa yang dilangit dan di bumi serta apa yang ada diantara keduanya.

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa dahulu ada dua orang yang masuk islam dihadapan Rasulullah SAW. Tak lama kemudian, salah satu dari orang itu syahid dalam suatu peperangan. Sementara satunya lagi meninggal satu tahun kemudian. Thalhah bin Ubaidillah RA bermimpi dan mengatakan“Dalam mimpi, aku melihat yang meninggal belakangan yang lebih dulu dimasukan ke Surga sebelum yang mati syahid”.

Keesokan harinya Thalhah menyampaikan mimpinyaitukepadaRasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda, “Bukankah ia telah memasuki bulan Ramadhan dan ia shaum dan sujud dalam satu tahun itu?” Lalu Rasulullah mengatakan, “Sesungguhnya jarak antara keduanya lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi…”(HR. Ahmad).

Ramadhan adalah bulan yang agung. Setiap nafas saja bias menjadi ibadah. Baca satu huruf dalam Al-Qurán pun hitungan ganjarannya beda, jauh lebih tinggi dibanding bulan biasa. Satu butir kurma yang kita berikan kepada orang lain yang akan berbuka (shaum), maka pahalanya sebesar ibadah shaum. Sungguh agung bulan Ramadhan itu. Sehingga Rasullah SAW di dalam salah satu haditsnya besabda, “Apabila dating bulan Ramadhan, pintu-pintu surge dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan di belenggu.” (HR. Bukhori Muslim)

Karenanya, bersemangatlah terhadap bulan Ramadhan. Antusiaslah menyambutnya. Manakala adzan berkumandang di penghujung bulan sya’ban, itu bagaikan bunyi gendering dimulainya bulan penuh ampunan Maka bersemangatlah memasukinya dan mengarunginya.

Ada seorang sopir di Mesir yang bekerja habis-habisan untuk mengumpulkan uang. Padahal sebelumnya gajinya sudah mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Ketika ditanya mengapa ia bekerja sedemikian hebat, ia menjawab bahwa gajinya baru cukup menghidupi keluarganya saja. Sedangkan untuk sedekah di bulan Ramadhan belum cukup, sehingga ia bekerja sedemikian kuat hingga lembur, demi mendapatkan uang untuk beliau sedekahkan di bulan Ramadhan. Sikapnya ini adalah wujud betapa ia sangat menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda ,“Shaum itu Ibadah perisai.”(HR. Bukhori). Bagaikan fungsi perisai di medan perang, shaum itu ditunaikan oleh seseorang dengan penuh kesungguhan, niscaya akan menyelamatkannya dari serangan syaitan yang selalu menggoda. Abu Hurairah menegaskan bahwa shaum adalah perisai atau banteng yang akan menyelamatkan seorang dari api neraka

Demikian saudaraku, Mudah-mudahan shaum Ramadhan ini bias menjadi momentum latihan pengendalian dan perbaikan diri kita untuk selalu bersih hati dan mencapai derajat takwa. Karena Ramadhan adalah madrasah, tempat dimana kita menempah diri agar menjadi pribadi yang lebih jernih, tenang dan shaleh dalam menjalani hidup ini.

Wallahualambissawab…

 

Ditulis oleh: Muhammad Jazuli (Ketua Umum BKM Adz-Dzikra 2014/2015)

 

#BKM_BERDAYA

#Media_Menulis_Sebagai_Ladang_Dakwah

Jelajah 10 Terakhir

Jelajah 10 Terakhir *

Jalan menuju ke pasar penuh sesak dibanjiri para pengunjung, ibu-ibu, bapak-bapak dan anak-anak seakan berlomba untuk saling mencapai tujuannya. Tak pelak, ikhtilat tak terhindarkan. Campur baur pria wanita yang bukan mahram pun menjadi pemandangan yang tidak tabu lagi.

Pemandangan tersebut hanya mewakili fenomena yang terjadi berulang setiap tahunnya. Yap, ketika Ramadhan telah mendekati penghujungnya, Idul Fitri pun sudah menunggu di awal bulan. Saat itulah fenomena menyusuri satu mall ke pasar lain menjadi aktivitas wajib yang kudu dilaksanakan. Menjelajah toko satu ke toko lain menjadi kebiasaan. Aksi borong barang dan gila belanja menjadi sesuatu yang ‘mesti’ ada di kalangan umat Islam. Hingga seringnya penghamburan harta menjadi hal yang tidak dianggap mengapa.

Lalu, begitukah cara memaknai akhir bulan Ramadhan? Apakah itu juga yang menjadi jalan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya memaknai bulan suci ini?

Menuju Klimaks

Ibarat sebuah kisah dan jalan cerita, 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah klimaksnya. Tapi bedanya kalo orang membaca sebuah cerita ato kisah, moment klimaks adalah moment yang paling ditunggu-tunggu sedangkan khusus untuk Ramadhan hanya orang-orang tertentu saja yang antusias untuk menyelesaikan momen barakah ini, memaknainya dengan segenap kebaikan dan ketaatan.

Coba kita amati dan perhatikan, banyakan mana sih antara orang yang berbondong-bondong ke masjid di 10 hari terakhir Ramadhan dibandingkan orang yang menjelajah mall-mall, supermarket, pusat perbelanjaan untuk membeli perlengkapan lebaran pada 10 hari terakhir Ramadhan? Apalagi biasanya ada obral dan diskon gede-gedean dijanjikan pada momen 10 hari terakhir menjelang lebaran.

Pasti kita sudah tahu jawabnya, banyak sekali orang ketika menjelang hari-hari kemenangan itu tiba mereka malah disibukkan dengan pakaian baru, makanan enak untuk menyambut sanak saudara yang nanti akan berkunjung. Hingga seakan inilah momen klimaks dari bulan Ramadhan. Padahal itu semua bisa menjadi tipu daya bagi kita. Terus gimana sih seharusnya kita menyambut 10 hari terakhir bulan Ramadhan?

Qudwah dan idola kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika 10 hari terakhir bulan Ramadhan beliau lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah, bukan sibuk dengan persiapan lebaran atau Idul Fitri dengan menjelajah pasar, memperbagus rumah dan menyediakan berbagai macam makanan. So, gimana dengan kita?

Jelajah Hakiki 10 Terakhir

Kita sudah tahu, pada malam-malam terakhir di bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan (setara dengan 83 tahun). Kalau kita hitung malam ini bisa dibilang ini adalah suatu malam yang lebih baik dari seluruh hidup kita (soalnya umur manusia kebanyakan hanya mencapai 60 tahun saja, sebagaimana penjelasan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam haditsnya).

So, kesempatan meraih malam 1000 bulan tidak untuk dilewatkan. Begitu sayang kesempatan kebaikan selama 83 tahun dibuang begitu saja. Karena seumur manusia tidaka akan mampu mengumpulkan segenap kebaikan selama itu. Terus, apa saja yang kudu kita kerjakan jelang 10 hari terakhir di bulan Ramadhan? Tentu kita kudu melakukan poin-poin ini:

Pertama, bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir melebihi kesungguhan pada malam-malam sebelumnya seperti dalam hal salat, tilawah Qur’an, berdoa dan ibadah-ibadah lainnya. Seperti cerita Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiallahu’anha, “Dahulu, Rasulullah jika memasuki sepuluh malam terakhir, beliau menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya serta mengencangkan tali pinggangnya” (HR. Bukhori).

Kedua, menegakkan salat tarawih dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala dari Allah, seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Barangsiapa yang menegakkan salat pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala dari Allah maka pasti akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhori).

Ketiga, memperbanyak doa sebagaimana kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat.

Keempat, iktikaf. Ini merupakan sebuah sunnah yang kudu kita hidupkan dan semarakkan karena hampir-hampir sunnah ini menjadi asing ditengah-tengah umat Islam. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu beritikaf di bulan Ramadhan. Abu Hurairah radhiallahu’anhu pernah berkata, “Dahulu Rasulullah beritikaf pada setiap bulan Ramadhan selama sepuluh hari dan pada tahun wafatnya, beliau beritikaf selama dua puluh hari” (HR. Bukhori).

Itulah kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan ulama terdahulu kita. Terus bagaimana dengan kondisi kita?

*disalin tanpa perubahan oleh Herman Brawijaya, Kadept. Kaderisasi BKM Adz-Dzikra 2012/2013, dari Majalah Elfata Edisi 08 Volume 11 Tahun 2011

 

#BKM_BERDAYA

#Media_Tulisan_Sebagai_Ladang_Dakwah